Jumat, 30 Januari 2015

Ia

Hujan ...
Selalu mengajarkan bagaimana mencintai dalam diam dengan begitu indah seperti ia mencintai tanah kering lalu mengubahnya menjdi basah dan subur. 
Selalu mengajarkan kesetiaan, seperti ia yang mau kembali meski tau rasanya jatuh berkali kali. 
Mengajarkan kemaafan seperti ia yang mampu menghapus jejak ternapak saat menggores luka.
Mengajarkan bagaimana bernostalgia dengan cakap dalam suatu lorong yang disebut dengan kenangaan saat Ia datang bersama dingin. Dan,
Mengajarkan bahwa tak ada yang abadi ketika ia lelah menjejali bumi kemudian digantikan oleh pelangi.