Jumat, 13 September 2013

biru

saat semua terpejam, gelap mulai tiba, pintu tlah terkunci, pastikan cahaya hati tetap menyala, merenungkan apa yang ada, kemudian bersimpuh hingga menetes. wanita paruh baya itu kini memulai aktifitasnya, 
dengan harap mereka akan selalu aman serta nyaman, suka cita menyambut hari, dan kelak selalu menjadi seperti yang Ia mau. 
tak banyak ingin yang tersirat, cukup sederhana, bahkan sangat sederhana, bagai lukisan abstrak yang polos.
kala jemari mulai merapat, dan kebutuhan batin terpenuhi, senyum manis wanita paruh baya itu akhirnya terlihat. beberapa kerutan di dahinya seolah luntur, keelokan hatinya pun terpancar. sejenak merasakan surga duniawi yang tak terbatas sebelum bergegas terlelap dalam peristirahatan sesaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar