Rabu, 22 Desember 2010

happy mother's day mom :)

Seiring berjalannya waktu, akhirnya aku memperoleh pengertian tentang ‘surga di telapak kaki ibu’ (SDTKI). Bahwa sebagai anak kita tidak boleh menyakiti hati ibu. Berbuat durhaka, atau apapun yang menyebabkan ibu marah apalagi menangis. Sebab jika kita sebagai anak sudah berani menyakiti hati ibu, maka kita tidak akan masuk surga. Alias neraka balasannya.

Namun kini pengertianku terhadap SDTKI berubah. Mungkin karena melihat fenomena sekarang yang justru lebih banyak ibu yang durhaka kepada anaknya. Seperti ibu yang membuang bayinya, menganiaya anaknya, berkata super kasar hingga hati anaknya tersakiti, menelantarkan dan masih banyak lagi. Hal ini membuat saya bertanya-tanya dalam hati, apakah ibu yang begini bisa memberi ‘rekomendasi’ anaknya masuk surga? Kalaupun kelak sang anak menjadi anak yang tidak sopan-santun bahkan menyakiti ibunya, aku anggap wajar. Ada sebab, ada akibat.

aku mencoba melihat dari sisi lain. Sudut pandang seorang ibu yang dititipi amanah olehNya.Telapak kaki digunakan untuk melangkah. SDTKI katanya. Kemanapun telapak kaki itu dijejakkan, surga berada disana. Jadi, kemanapun si ibu pergi, disanalah surga harus tercipta. Sederhananya, surga adalah tempat dimana segala kesenangan dan kebahagiaan berada. Jadi dimanapun telapak kaki ibu menjejak, disanalah seharusnya kesenangan dan kebahagiaan bagi anak-anaknya tercipta.

Contoh kecilnya, memberi makanan dengan gizi yang baik, rasa yang enak dengan tampilan menarik. Membuat suasana rumah nyaman. Bermain dan belajar bersama secara menyenangkan.

Itu surga dunia. Ibu juga harus menciptakan ‘jalan’ bagi anak-anaknya untuk mencapai surga dalam arti sebenarnya. Yaitu kebahagiaan abadi di akhirat sana. Ibu harus memberikan pendidikan agama untuk anak-anaknya. Pemberi contoh pertama bagaimana menjadi hamba Tuhan yang seharusnya.

Dari sejak anaknya membuka mata hingga menutup mata, ibu mempunyai tanggung jawab untuk membahagiakannya. Bukan untuk memanjakannya sepanjang waktu, atau bahkan menuruti segala keinginan anak. Tapi menuntunnya untuk bisa berbahagia di dunia dan akhirat. Berbahagia dalam segala kondisi apapun di dunia. Dengan cara mengajar anak-anaknya selalu bersyukur dengan segala apa yang diperoleh.

berbahagialah kita yang masi didampingi seorang sosok wanita dengan kasih sayang yang tanpa batas. urat - gurat wajahnya yang makin kentara. Menceritakan pada dunia bahwa aku begitu bangga memiliki ibu seperti dia. Ibu yang mampu menanamkan arti pengorbanan pada anak - anaknya. Ibuku yang jelita dan kuat, mampu membesarkan anak-anaknya. Alasan utama kenapa Ibu adalah orang yang menjadi pahlawanku karena ia adalah wanita yang melahirkanku, yang menyusuiku, yang mengasuhku sejak kecil hingga dewasa.tak salah rasanya jika ibuku menempati urutan pertama sosok pahlawan dalam hidupku. Dasarnya ialah ia memiliki kekurangan yang mendasar dengan prestasi yang mengagumkan. Bukannya aku tak mengenal R.A Kartini, wanita yang memperjuangkan emansipasi wanita. Bukannya aku tak mengenal Margaret Thatcher, si wanita besi yang menentang komunisme. Bukan pula aku tak tahu perjuangan Benazir Bhuto di Pakistan hingga ia menduduki kursi Perdana Menteri. Aku tahu mereka punya banyak kekuatan hingga membuat dunia tercengang. Tapi mereka tak punya peran langsung untuk mengganti celanaku yang ku kencingi ketika aku ngompol. Tak pula mengikatkan tali sepatuku saat aku sedang tergesa hendak ke sekolah. Bagiku, Ibuku ada di atas mereka.

Ibuku juga adalah misteri. Wanita ini adalah wanita yang paling pandai bersembunyi di balik tirai. Jangan kau tanyakan padanya bagaimana cara menyembunyikan ekspresi di saat kesal. Bagaimana ia meneduhkan wajah disaat marah. Bagaimana ia menenangkan diri menyimpan misteri. Iya, salah satu kekagumanku pada ibu ialah ketika ia bisa menyembunyikan ekspresi. Takkan pernah terlihat olehmu apakah ibuku sedang dilanda bahagia atau nestapa. Wajahnya biasa saja.

Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah ‘Ibu’ dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam. (by Khalil Gibran)

slamat hari ibu untuk smua ibu hebat yang ada di dunia dengan kesabaran, keikhlasan, dan cinta kasih yang mereka miliki untuk sepanjang masa. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar